E U R E K A

Hanya sedikit dari sekian banyak hal yang ingin aku tulis….

Welcome Back Sheva 28 August, 2008

Filed under: sepakbola — saputrairfan @ 3:42 pm
Tags:

Anak emas Galliani kembali. Salah satu pencetak gol terbanyak AC Milan setelah Gunnar Nordahl selama 7 tahun kariernya di Rossoneri dengan 173 gol. Berbagai gelar pun ia persembahkan bagi tim rival berat Internazionale Milan ini. Dialah Andriy Shevchenko. Welcome back Sheva… Berikut petikan profil Sheva dari Wikipedia.

In 1999, Shevchenko joined A.C. Milan for a then-record transfer fee of $25 million. He made his Serie A debut on 28 August 1999 in a 2-2 draw with U.S. Lecce. He became the first foreign player to win the Serie A scoring title in his debut season, finishing with 24 goals in 32 matches.

Despite netting only five times in 24 matches, Shevchenko became the first Ukrainian-born player to win the Champions League after Milan lifted their sixth trophy in 2002-03. He scored the winning penalty in the shoot out against arch-rivals Juventus F.C. in the final, which had ended goalless after extra time. He finished top goalscorer in Serie A (2003-04) for the second time in his career, scoring 24 goals in 32 matches as Milan won the Scudetto for the first time in four years. Shevchenko capped off the year by being named the 2004 European Player of the Year, becoming the third Ukrainian player ever to win the award after Oleg Blokhin and Igor Belanov.

He scored seventeen goals in the 2004–05 season after missing several games with a fractured cheekbone. Shevchenko made Champions League history the following season; on 23 November 2005, he scored all four goals in Milan’s 4-0 group-stage drubbing of Fenerbahçe SK, becoming only the fifth player to accomplish this feat (his company includes Marco van Basten, Simone Inzaghi, Dado Pršo and Ruud van Nistelrooy). He scored his last Milan goal in the second leg of the quarterfinals as they eliminated Olympique Lyonnais after a last-minute comeback, but then fell to eventual winners Barcelona in the semifinals.

On 8 February 2006, he became Milan’s second all-time goalscorer, behind Gunnar Nordahl, after netting against Treviso

 

Spanyol = Sempurna 30 June, 2008

Filed under: sepakbola — saputrairfan @ 9:50 am
Tags:

Spanyol melengkapi kesempurnaan perjalanan sepanjang Euro 2008 dengan menjadi juara setelah mengkandaskan tim panser Jerman 1 – 0. Dengan hasil tersebut, Spanyol pun menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan sepanjang Euro 2008.

Meski bertanding minus top skor Euro 2008 David Villa yang cidera, Spanyol mampu menguasai jalannya pertandingan. Striker Liverpool, Fernando Torres, di plot menjadi penyerang tunggal di depan lima gelandang Xavi, Iniesta, Senna, Silva, dan Fabregas. Meski harus berduel dengan twin tower yang mengawal pertahanan Jerman yaitu Per Mertesacker dan Cristophe Metzelder, namun Torres mampu mengobrak-abrik lini pertahanan Jerman.

Puncaknya di menit 33, umpan terobosan Xavi tepat sasaran menuju kaki Torres yang lepas kawalan. Sedikit gocekan Torres mampu mengecoh Phillip Lahm, dilanjutkan sebuah sontekan kecil yang membuat bola melewati badan Lehmann dan meluncur mulus masuk ke gawang Jerman. Jerman seperti kebakaran jenggot. Beberapa kali serangan sporadis dibangun lewat Ballack dan Schweinsteiger, namun bola selalu kandas di kaki Puyol dan Marchena sebelum Klose dan Podolski maupun striker pengganti Gomez dan Kuranyi bisa menguasainya. Selain itu ketangguhan Casillas di bawah mistar Spanyol membuat gawang tim matador tetap perawan hingga pertandingan usai.

Spanyol pun mengukuhkan dirinya menjadi kampiun Eropa untuk kedua kalinya setelah penantian 44 tahun untuk merasakan manisnya sebuah gelar. Terakhir Spanyol merengguk nikmatnya juara adalah juara Piala Eropa 1964. Gelar ini terasa lengkap setelah striker David Villa pun dinobatkan sebagai top skor Euro 2008 dan gelandang Xavi Hernandez ditasbihkan sebagai pemain terbaik Euro 2008.

 

Menanti Jerman Versus Spanyol 27 June, 2008

Filed under: sepakbola — saputrairfan @ 2:00 pm
Tags:

Akan ada duel seru di final Euro 2008. Tim panser Jerman akan beradu melawan tim matador Spanyol. Dua tim bertabur bintang tersebut menghentikan laju dua tim underdog Turki dan Rusia.

-oOo-

Jerman menunjukkan kelasnya dengan menundukkan tim ulet asuhan Fatih Terim, Turki. Meskipun harus bekerja ekstra keras, Jerman akhirnya mampu unggul lewat gol menit-menit akhir lewat aksi Phillip Lahm. Sebelumnya, Jerman sempat tertinggal terlebih dahulu setelah Ugut Borel berhasil memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Kazim Richards yang membentur mistar gawang Lehmann. Namun tak berselang lama, kerjasama apik dua pemain asal Bayern Muenchen menghasilkan gol balasan bagi Jerman. Lukas Podolski mengirim umpan datar menusuk kotak penalti Turki yang sukses dilesakkan oleh Bastian Schweinsteiger ke sudut gawang Rustu Recber.

Babak kedua tempo permainan masih tinggi. Jerman akhirnya mampu unggul setelah loncatan Miroslav Klose berhasil mendahului tangan Rustu Recber yang mencoba menghalau bola. Tandukan Klose membuat Jerman memimpin. Namun, Turki tak tinggal diam. Dari sudut sempit Semih Senturk berhasil memperdaya bek Per Mertesacker sekaligus menceploskan bola ke gawang Jerman.

Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan hasil imbang, overlap yang dilakukan bek kiri Phillip Lahm gagal diantisipasi lini pertahanan Turki. Dan jebollah gawang Rustu untuk ketiga kalinya setelah tendangan Lahm mulus bersarang di kanan atas gawang Turki, skor 3-2 untuk Jerman. Jerman pun berhak lolos ke partai puncak Piala Eropa 2008.

-oOo-

Babak pertama partai Spanyol kontra Rusia berjalan seimbang. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan peluang. Ketangguhan Iker Casillas benar-benar diuji oleh Pavyluschenko dan Arshavin, Namun hingga wasit meniup peluit tanda jeda, gol pun tak kunjung datang.

Spanyol berhasil mendominasi babak kedua, setelah para pemain Rusia tampak kelelahan. Kerjasama apik dua gelandang Barcelona menghasilkan gol pembuka untuk Spanyol. Umpan matang Andre Iniesta mampu disontek dengan sempurna oleh Xavi Hernandez. Dominasi Spanyol terus berlanjut. Berkali-kali Fernando Torres membahayakan gawang Igor Akinfeev. Hingga akhirnya striker pengganti, Daniel Guiza, mampu mebuta Spanyol unggul 2-0. Tendangan David Silva akhirnya menjadi gol penutup bagi Spanyol dan membuat tim matador berpeluang meraih prestasi yang lama tidak mereka peroleh.

 

Turki dan Rusia Memang Hebat 23 June, 2008

Filed under: sepakbola — saputrairfan @ 1:25 pm
Tags:

Pertarungan perempatfinal Euro 2008 telah purna. Jerman yang tampil kurang meyakinkan di fase grup mampu mengkandaskan Portugal 3-2. Tiga gol Bastian Schweinsteiger, Miroslav Klose dan Michael Ballack hanya mampu dibalas dua kali oleh Nuno Gomes dan Helder Prostiga. Sedangkan Spanyol secara dramatis berhasil mengalahkan juara dunia Italia lewat adu penalti. Kegagalan Daniele de Rossi dan Antonio di Natale mengoyak gawang Iker Casillas lewat titik putih membuat Italia gagal mengawinkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa.

Mungkin tak terlalu mengejutkan Jerman dan Spanyol mampu lolos ke semifinal. Jerman mempunyai sejarah manis di pentas ini, sedangkan Spanyol kali ini memiliki skuad yang lengkap di segala lini. Tapi yang hebat adalah kehadiran Turki dan Rusia di semifinal Euro 2008.

-oOo-

Turki hadir di Euro 2008 sebagai kuda hitam. Lolos ke perempatfinal pun secara dramatis dengan membalik keunggulan Rep. Ceko 0-2 menjadi 3-2. Lawan yang dihadapi adalah Kroasia. Negeri pecahan Yugoslavia ini sebelumnya mampu menyingkirkan Inggris di babak kualifikasi, lantas mencetak hasil sempurna sebagai pemuncak grup B termasuk menjungkalkan favorit juara Jerman. Sebagian besar bursa taruhan pun mengunggulkan Kroasia mampu melewati hadangan Turki.

Kejutan memang benar-benar terjadi. Luka Modric dan Nico Kranjcar dibuat mati kutu oleh Hamit Altintop. Beberapa peluang Mladen Petric dan Darijo Srna pun masih mampu dimentahkan oleh kiper kawakan Rustu Recber. Begitu pula Turki yang dimotori Tuncay Sanli dan Semih Senturk, juga tampak kesulitan menembus pertahanan Kroasia yang dikomando Niko Kovac. Waktu normal 2 x 45 menit berjalan tanpa ada satu gol pun.

Perpanjangan waktu 2 x 15 menit pun dilangsungkan. Kroasia tampaknya akan lolos ketika di menit 119 mampu unggul lewat sundulan Ivan Klasnic. Suporter Kroasia berjingkrak, sedangkan pendukung Turki sontak terdiam. Namun saat wasit bersiap meniup peluit panjang, terjadi kemelut di depan gawang Kroasia hasil umpan jauh Rustu dari garis belakang pertahanan Turki. Hingga tiba-tiba bola meluncur deras menghujam sudut gawang Stipe Pletikosa. Komentator pun berteriak histeris, suporter Kroasia terdiam, Slaven Bilic melancarkan protes ke asisten pertandingan, suporter Turki bersorak, serta Semih Senturk berlari ke pinggir lapangan melakukan selebrasi gol tepat di menit 120+2. Dan wasitpun meniup peluit penjang, 1-1.

Pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Dan seperti permainan russian roulette, siapa yang hoki dialah yang menang. Turki lebih beruntung daripada Kroasia. Selain unggul mental, tampaknya Turki juga menang doa. Kabarnya ribuan suporter Turki melakukan sholat bersama (dan semacam mujahadah) sebelum Turki bertanding. Ditambah doa ribuan orang muslim Bosnia yang menginginkan Kroasia kalah dari Turki. Dan Tuhan benar-benar mengabulkan doa mereka. Dua tendangan pemain Kroasia melenceng, serta satu tendangan mampu diblok kiper. Sedangkan semua tendangan pemain Turki sukses merobek jala Kroasia. Jadilah Turki pemenang untuk selanjutnya menantang tim panzer Jerman di babak semifinal.

-oOo-

Hampir semua orang mengunggulkan Belanda mampu dengan mudah menjungkalkan Rusia. Belanda unggul materi pemain di semua lini, unggul rekor sejarah pertemuan, serta dianggap lagi on fire setelah mencetak hasil sempurna di grup C yang disebut sebagi grup neraka. Sedangkan Rusia, memang dipandang sebelah mata. Namun meski tanpa pemain bintang, justru pemain-pemain belia Rusia mampu tampil kesetanan.

Rusia membuat Belanda ketar-ketir dengan unggul terlebih dahulu lewat gol Roman Pavlyuchenko di babak kedua. Belanda seakan kebakaran jenggot dan melakukan serangan secara spartan. Beberapa kali Weshley Sneijder melakukan cannon ball tak terarah. Hingga saat usia pertandingan tinggal lima menit, set piece dari tendangan bebas Sneijder mampu ditanduk Ruud van Nistelrooy tepat ke sudut gawang Igor Akinfeev. Pertandingan pun berakhir 1-1 dan harus dilalui dengan perpanjangan waktu.

Di perpanjangan waktu, Belanda tampak seperti kehabisan bensin. Pertahanan Tim Oranye ini mampu diobrak abrik oleh Andrei Arshavin. Petaka bagi Belanda pun dihadirkan pemain nomor 10 ini lewat umpan terukurnya yang mampu diteruskan oleh Dmitri Torbinski. Andrei Arshavin benar-benar menjadi momok bagi Belanda lewat golnya hanya empat menit sisa perpanjangan waktu selesai. Dan jadilah Rusia membuat kejutan menjungkalkan Belanda 3-1.

Guus Hiidink yang notabene adalah nederlander asli, mampu meramu tim negerinya Vladimir Putin ini menjadi benteng yang kokoh untuk ditembus Belanda. Karena Hiddink memang pernah melatih timnas Oranye, wajar saja ia tahu tipe dan gaya permainan Belanda sekaligus tahu bagaimana mengatasinya. Hasilnya pun sudah kita ketahui bersama, Belanda tak berkutik di tangan Rusia. Kini tinggal apakah Rusia mampu melakukan revans atas kekalahan dari Spanyol di fase grup sebelumnya? Kita tunggu saja Jumat depan.

 

Bola Panas Masih Bergulir 19 June, 2008

Filed under: sepakbola — saputrairfan @ 8:36 am
Tags:

Euro 2008 terus menghadirkan kejutan. Fase penyisihan grup selama dua minggu menyisakan tangis luka bagi tim yang tersingkir disela-sela tawa gembira bagi tim yang lolos. Di grup A, Portugal melenggang mulus meski di pertandingan terakhir dikalahkan tuan rumah Swiss 0 – 2 lewat dua gol Hakan Yakin. Namun di pertandingan sebelumnya, Cristiano Ronaldo cs sukses menghajar Turki dan Rep. Ceko. Sedangkan Turki secara dramatis berhasil menyingkirkan finalis Euro 1996 Rep. Ceko untuk mendampingi Portugal ke delapan besar.

Di grup B tim dari tanah Balkan, Kroasia, mencatat hasil sempurna untuk menjadi juara grup. Baik Polandia, tuan rumah Austria, bahkan Jerman pun tak mampu membendung tim asuhan Slaven Bilic ini. Sedangkan Jerman meskipun terseok-seok, akhirnya mampu lolos sebagai runner up grup B setelah berhasil mengalahkan Austria di pertandingan terakhir lewat gol spektakuler Michael Ballack.

Grup C yang disebut sebagai grup neraka tak mampu dilewati juara Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, Perancis. Tim Oranye Belanda begitu perkasa dengan berturut-turut menghajar Italia 3 – 0, meremukkan Perancis 4 -1, serta menghancurkan Rumania. Sedangkan juara Piala Dunia 2006 lalu, Italia, akhirnya mampu memupus harapan Perancis untuk lolos lewat gol penalti Andrea Pirlo dan tendangan bebas Daniele de Rossi.

Fase penyisihan grup D yang baru berakhir malam tadi, menyisakan tangis bagi Swedia dan juara bertahan Yunani. Tim Matador Spanyol terlalu tangguh untuk dibendung oleh Rusia, Swedia, maupun Yunani. Sedangkan Negeri Beruang Merah asuhan Guus Hiddink akhirnya mampu menyingkirkan Swedia 2 – 0.

Babak perempat final akan kembali mempertontonkan pertandingan seru antar tim unggulan. Selecao Portugal akan ditantang oleh tim Jerman. Tentu saja akan sangat ditunggu aksi brilian Cristiano Ronaldo dan Deco melawan Michael Ballack dan Thorsten Frings. Sedangkan Turki dan Kroasia akan berebut tiket ke semifinal. Ketangguhan lini tengah Kroasia yang dikomandani Luca Modric dan Nico Krancjar akan diuji oleh Nihat Kahveci cs.

Duel hidup juga akan mempertemukan Spanyol versus Italia. Lini belakang Italia yang kehilangan il capitano Fabio Cannavaro akibat cidera harus menghadapi tajamnya duet Fernando Torres dan David Villa. Pastinya kiper sekaligus kapten pengganti, Gianluigi Buffon, akan berjuang mati-matian mempertahankan gawangnya dari gempuran Cesc Fabregas, Xabi Alonso dan Xavi Hernandez serta mengharap gol dari serangan balik Camoranesi, del Piero, Pirlo, dan Luca Toni.

Belanda pun juga akan melakoni perang tanding melawan Rusia. Pelatih Rusia, Guus Hiddink, mau tak mau harus menunjukkan profesionalitasnya meski harus berhadapan dengan negaranya sendiri. Marco van Basten pun pasti akan menerapkan strategi menyerang lewat duet game maker mereka, Rafael van der Vaart dan Weshley Sneijder, guna mengobrak-abrik semua lini Andrei Arshavin cs.

Akankah kejutan akan kembali terjadi di Austria dan Swiss? Bola panas Euro 2008 masih bergulir. Kita tunggu saja malam nanti, malam esok, malam lusa, serta malam esok lusanya lagi (huff…ngantuk…)

 

Eropa Pun Kembali Menggelar Pesta 9 June, 2008

Filed under: sepakbola — saputrairfan @ 7:21 am
Tags:

Setelah hingar bingar liga domestik di tiap negara telah usai dan ditutup dengan partai pamungkas Liga Champions, mulai Sabtu 7 Juni kemarin Eropa kembali akan menggelar perhelatan akbar Piala Eropa 2008 alias Euro 2008. Dua negara di daratan Eropa, Austria dan Swiss, kali ini memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah pagelaran Euro 2008. Kedua negara yang justru tidak memiliki sejarah emas di kancah sepakbola dunia.

Swiss, yang lebih dikenal sebagai negara 1001 bank, liga domestiknya tak terlalu ngetop. Mungkin kenangan indah mengenai persepakbolaan di negara ini justru ditorehkan oleh mantan striker timnas kita, Kurniawan Dwi Yulianto. Selama semusim penuh ia tampil sebagai penghuni skuad FC Luzern di Liga Swiss. Di kompetisi Eropa pun Swiss kurang mampu unjuk gigi. Segelintir pula pemain terkenal yang bermain di klub top Eropa. Tercatat hanya ada palang pintu Phillipe Sanderos yang membela Arsenal dan striker Alexander Frei yang memperkuat Borussia Dortmund.

Demikian pula dengan Austria. Jarang kita mendengar negara ini berprestasi di kancah Eropa, apalagi dunia. Deretan nama di line up, serta sejarah persepakbolaan Austria yang kurang mengesankan, membuat sebagian besar pengamat maupun bursa taruhan tidak menempatkan negara ini sebagai kandidat juara.

Namun bola itu bundar. Siapa sangka pada Euro 2004 di Portugal lalu, Yunani yang sama sekali tidak diperhitungkan mampu membalikkan perkiraan para pengamat. Piala kejuaraan pun berhasil direngkuh negerinya Hercules ini. Namun kali ini tim-tim unggulan datang dengan skuad terbaiknya. Tim Panser Jerman datang dengan sederet bintang seperti Klose, Ballack, Lahm, hingga Lehmann. Negeri kincir angin Belanda mengandalkan ketajaman van Nistelrooy, Sneijder, Klas Jan Huntelaar, van Persie, serta ketangguhan Edwin van der Sar. Tim Azzuri Italia juga siap memamerkan aksi Luca Toni, del Piero, Pirlo, serta Buffon. Tim Matador Spanyol tak mau kalah dengan mengandalkan Casillas, Sergio Ramos, Torres, serta Fabregas. Hanya sayangnya kita tak akan bisa menyaksikan aksi Rooney, Gerrard, maupun Owen karena tim simbah-nya sepakbola, Inggris, gagal total di babak kualifikasi.

Sepakbola memang memberikan dampak yang besar. Dari sisi ekonomi, penyelenggara Euro biasanya akan menangguk untung besar dari penjualan tiket, sponsorship, maupun hak siar. Belum lagi dari penjualan marchendise dan atribut tim peserta, transportasi, hingga visa. Namun di lain hal, pihak keamanan juga harus extra hati-hati karena ancaman kerusuhan supporter pun sering terjadi.

Demam Euro 2008 terasa pula di Indonesia. Tiga televisi swasta akan menyiarkan seluruh pertandingan yang ada. Tentu hal ini akan memanjakan mata para penggila bola tanah air. Sejak dulu, sepakbola adalah olahraga paling populer di Indonesia. Sayangnya kenyataan ini tidak didukung oleh prestasi tim merah putih yang masih minim.

Semoga saja penyelenggaraan Euro 2008 ini mampu menjadi hiburan tersendiri terutama bagi kalangan kelas menengah kebawah, untuk sejenak melupakan kepenatan pasca kenaikan harga BBM yang diperparah pula dengan kenaikan tarif transportasi dan harga sembako. Yang penting cukup menonton saja, berteriak sepuasnya pun boleh saat tim jagoan Anda mencetak gol, namun jangan sampai menjadi ajang untuk judi. Ingat kata Bang Rhoma, “judi itu tak ada gunanya.” Jadi, menurut Anda siapa yang akan menjadi negara terkuat di Eropa? Kalau saya tetap pegang Jerman.

 

MU, Sang Kampiun Eropa 22 May, 2008

Filed under: sepakbola — saputrairfan @ 7:56 am
Tags:

Demi membuktikan siapa tim terkuat di Eropa, dua klub raksasa dari daratan Britania pun bentrok di babak final Liga Champion. Jutaan pasang mata di dunia menjadi saksi duel seru nan dramatis antara Manchester United kontra Chelsea baik secara langsung maupun lewat layar kaca. Dan hingar bingar di Stadion Luzhniki yang ada di jantung kota Moskow pun kian bergemuruh setelah salah satu tim keluar sebagai pemenang dan berhak mengangkat trofi Liga Champion tinggi-tinggi.

Pertandingan semalam memang berjalan menegangkan sekaligus dramatis. Semua penggila bola pasti tak meragukan kemampuan teknik megolah si kulit bundar dari para pemain kedua tim. Siapa tak kenal Cristiano Ronaldo, winger atraktif MU sekaligus top scorer Premiership 2007/2008 serta Frank Lampard gelandang elegan Chelsea bersenjatakan tendangan geledek. Juga adu tajam di barisan depan antara Wayne Rooney di kubu MU versus striker legam Didier Drogba di kubu The Blues. Dua bek timnas Inggris pun bertebaran di kedua kubu. Rio Ferdinand dan Wes Brown mengawal lini pertahanan MU, serta John Terry dan Ashley Cole membentengi sektor belakang Chelsea. Dua kiper kawakan Edwin van Der Sar dan Petr Cech juga turut beradu siapa yang paling kokoh di bawah mistar gawang masing-masing. Selain itu masih banyak bintang-bintang asing di kedua klub.

Kualitas permainan kelas dunia pun disuguhkan dalam pertandingan puncak Liga Champions. Mata para penggila bola seolah tak berkedip menanti setiap momen dan aksi dari para bintang yang bertarung. Alhasil di pertengahan babak pertama, Cristiano Ronaldo alias CR7 menunjukkan kebolehannya dalam menjebol jala Petr Cech lewat sundulan akuratnya. Seakan tak mau kalah, Frank Lampard menunjukkan kebolehannya dalam memanfaatkan bola liar hasil cannon ball Ballack yang membentur bek MU. Skor pun kembali berimbang.

Babak kedua juga diwarnai pertarungan keras dari kedua kubu. Seisi stadion juga diwarnai ketegangan menunggu siapa yang jadi pemenang. Chelsea berhasil menekan pertahanan The Red Devils dan menciptakan banyak peluang. Sayang sekali Dewi Fortuna tak berpihak ke kubu tim dari kota London ini. Sepakan Drogba yang sudah tak mampu ditahan lagi oleh van Der Sar masih mengenai tiang gawang. Pun demikian dengan tendangan dari Lampard yang tertahan oleh mistar gawang MU. Alhasil, skor 1 – 1 pun bertahan hingga peluit panjang berbungi.

Di babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit, tempo permainan masih tinggi. Faktor fisik yang telah menurun tak menjadi permasalahan di kedua pihak. Serangan masih silih berganti, memanjakan mata jutaan pemirsa di dunia. Tensi yang tinggi pun membuat wasit Lubos Michalik mengusir Drogba keluar lapangan. Meski demikian, terjadinya adu penalti tak mampu dihindarkan.

Layaknya permainan Russian Roulette, adu penalti menjadi penentu tim mana yang berhak menjadi pemenang maupun pecundang. Di luar teknik menendang yang baik, mental yang kuat, serta antisipasi kiper yang tepat, pemenang babak adu penalti sangat ditentukan oleh faktor keberuntungan. Ending-nya pun sungguh dramatis. Meski sang bintang Cristiano Ronaldo sempat gagal dalam penalti, Setan Merah akhirnya mampu keluar sebagai pemenang setelah tendangan John Terry melebar dan sepakan 12 pas Anelka mampu di blok oleh van Der Sar. Lagu legendaris We Are The Champion yang dinyanyikan oleh Queen pun membahana di seantero stadion setelah tim Manchester United mengangkat tinggi-tinggi trofi lambang supremasi antar klub Eropa. Kembali MU berpesta setelah dua pekan lalu pun berhasil mempertahankan titel Premiership. Dan kemenangan ini mungkin akan membuat MU kian layakdi tasbihkan sebagai sang kampiun Eropa.