E U R E K A

Hanya sedikit dari sekian banyak hal yang ingin aku tulis….

Nanny 911, Sang Dewi Penyelamat Keluarga? 18 May, 2008

Filed under: TV show — saputrairfan @ 12:56 pm
Tags:

Nanny?? Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar kata ini dari serial TV yg cukup terkenal, The Nanny. Tapi itu dulu waktu aku masih kecil. TV shows kali ini lebih menonjolkan pada realita. Mirip pemburu hantu, playboy kabel, atau CLBK (sebenarnya tidak mirip, aku hanya memberi contoh beberapa reality show lokal saja).

Nama acaranya Nanny 911 (baca: nenii nein wan wan). Istilah “nanny” lebih condong pada pengurus keluarga atau konsultan keluarga. Kastanya jelas lebih tinggi dari baby sitter, apalagi dengan pembantu rumah tangga. Istilah ini begitu nge-trend di Amerika. Sedangkan di Indonesia?? Tak lebih dari sekedar pembantu rumah tangga, si bibik, emban, atau yang lebih beruntung adalah baby sitter.
Sedangkan angka “911″ sangat populer sebagai shortcut nomor penyelamatan darurat. Sama sekali beda dengan kombinasi angka 666 yang dianggap sebagai angka setan. Jadi, Nanny 911 ini adalah konsultan keluarga untuk keadaan-keadaan genting di dalam keluarga. Minimal itulah definisi subjektif yang mampu aku munculkan.

Reality show ini kebetulan menjadi salah satu acara TV favoritku. Menggambarkan sebuah keluarga yang bermasalah dengan putra-putrinya, hingga membuat kewalahan sang orang tua. Lantas muncullah si nanny ini. Nanny memulai pekerjaannya dengan melakukan investigasi dan observasi mendalam terhadap masalah. Lantas segala masalah ia sampaikan kepada seluruh anggota keluarga beserta solusi yang dia rekomendasikan. Kemudian solusi-solusi ini dijalankan dalam kehidupan keluarga di bawah pengawasan ketat si nanny, plus evaluasi berkala. Tak jarang conflict of interest bermunculan dalam terapi yang dijalankan oleh nanny. Resistant to change selalu muncul baik itu dari sang orang tua maupun anak-anak.

Namun saat ending, biasanya bahagia. Keluarga itu pun mampu lepas dari jeratan masalah. Semua berkat nanny dan tentunya kerjasama dari seluruh anggota keluarga. Dan saat itulah, si nanny harus pergi dari rumah karena tugas singkatnya telah usai. Saat-saat yang mengharukan.

Entah apakah reality show ini telah melalui proses editing kamera sehingga membuat tampilan acara ini kian cruncy, tapi aku melihat sisi positifnya. Untuk membentuk sebuah keluarga yang damai dan sejahtera, perlu aturan main untuk semua anggota keluarga. Dalam keluarga perlu dibentuk suasana kondusif dan nyaman demi proses perkembangan si anak. Bukankah lingkungan akan membentuk mental dan jiwa anak-anak kelak ketika dewasa? Dan yang pasti adanya konsep “baiti jannatii“, tiap anggota akan merasa bahwa rumah adalah surga bagi mereka.

Aku harap, reality show ini bisa diadopsi di Indonesia. Banyak keluarga bermasalah di negeri ini. Baik karena masalah ekonomi, internal keluarga, hingga kurangnya perhatian orang tua pada anak. Lepas dari kesan negatif bahwa acara ini cenderung membuka aib keluarga dan turut campurnya orang luar dalam kehidupan sebuah keluarga, namun aku yakin pelajaran yang didapat akan lebih banyak. Minimal itu kesan subyektifku. Bagaimana dengan pendapat anda?