E U R E K A

Hanya sedikit dari sekian banyak hal yang ingin aku tulis….

Akhirnya Sang Puteri Indonesia Pun Berbikini Juga 15 July, 2008

Filed under: Uneg-uneg — saputrairfan @ 10:27 am
Tags:

Masih ingat dengan polemik pengiriman Puteri Indonesia yang menjadi wakil di ajang Miss Universe? Polemik yang paling pelik adalah lenggak lenggok Puteri Indonesia diaatas catwalk hanya dengan berbalut busana swimsuit. Dahulu polemik ini pernah muncul ketika Alya Rohali, Puteri Indonesia tahun 1996, menuai kontroversi dari dalam negeri saat dia mengenakan pakaian renang pada kontes Miss Universe di Las Vegas Amerika Serikat.

Sejak saat itu pengiriman wakil Puteri Indonesia ke ajang pemilihan ratu kecantikan sejagad yang disponsori oleh milyarder Donald Trumph ini selalu menuai pro dan kontra. Kontroversi kian memanas saat sang Puteri Indonesia akan memakai pakaian renang karena dalam kontes Miss Universe terdapat sebuah sesi dimana seluruh kontestan berlenggak-lenggok dengan busana renang.

Ajang Miss Universe terbaru beberapa waktu lalu kembali mengikutsertakan sang Putri Indonesia. Kali ini peserta Miss Universe 2008 di Vietnam, Putri Raemawasti, mengenakan bikini two pieces di ajang kontes kecantikan tersebut. Padahal mengenakan pakaian renang one piece saja sudah mengundang kehebohan luar biasa. Foto Putri berbikini ini pun langsung menghiasi sejumlah media cetak, dan kebetulan saya memperoleh foto yang memang telah beredar luas di internet.

ehemmm...

ehemmm...

Saya pun mulai berpikir, apakah memang estetika kecantikan seorang perempuan sebagian besar diukur dari dari segi kemenarikan fisik, rupawan, tubuh yang langsing, kulit yang langsat, serta tinggi semampai. Tapi jujur saja, dari sudut pandang seorang pria seperti saya, first impression kecantikan seorang wanita adalah dari balutan fisiknya. Lihat foto Putri Raemaswati melenggang dalam balutan bikini di ajang tersebut (jangan nafsu!!! – semoga bisa).

“Bikini yang dikenakannya bernuansa jingga kekuningan, berpotongan halter neck. Tubuh sintalnya dibalut lotion yang membuatnya lebih berkilau. Rambut panjangnya digerai, sedikit ikal. Puteri juga memakai anting-anting besar.” (detik.com)

Bah, pria mana yang tidak nafsu melihat panampilan hot Putri? Mata akan melotot, nafas mulai tersengal, jantung pun berdebar kencang. Ugh sial… memang sulit untuk menahannya. Tapi dibalik nafsu ini, terpampang rasa malu yang luar biasa. Sungguh sayang sekali seorang Putri Indonesia yang notabene lebih ditonjolkan untuk menjadi duta pariwisata sekaligus duta dalam berbagai kegiatan sosial, berpenampilan syur di depan publik internasional. Andai Naga Bonar menonton langsung kontes itu, dia akan berdiri, berlari di atas podium dan berteriak keras: Apa kata dunia?? (hiperbolis mode: ON)

ehemmm lagi...

ehemmm lagi...

Sekali lagi, ini adalah ungkapan subyektif dari saya. Dari segi estetika seni, tubuh indah yang terekspos dari Putri Raemaswati sungguh aduhai (ups…). Tapi bicara unsur kesopanan, tak layak seorang wanita memakai busana yang menonjolkan aurat dimuka umum. Jadi ingat pernyataan gadis asal Blitar, Jawa Timur ini beberapa waktu sebelum kontes Miss Universe.

“Aku di sana nanti, walaupun bercampur dengan beberapa negara, tapi aku ingin tetap memamerkan bahwa ini lho orang Indonesia yang sopan dan kalem, tapi bukan seorang wanita yang lemah.” (Putri Raemaswati)

Jadi speechless ni. Tapi terserah anda saja lah yang menilainya…

 

foto dari berbagai sumber

 

BBM dan Nasib Nelayan 18 June, 2008

Filed under: Uneg-uneg — saputrairfan @ 6:34 pm
Tags:

Setelah diterpa gelombang tinggi beberapa waktu lalu, tak berselang lama para nelayan kembali diterjang gelombang kenaikan harga BBM. Dampaknya kenaikan harga BBM lebih parah daripada gelombang tinggi yang bersifat temporer. Efeknya pun lebih luas karena tidak hanya berpengaruh pada nelayan pesisir pantai selatan Jawa, namun seluruh nelayan di pesisir pantai Indonesia. Bukan tidak mungkin sebagian nelayan akan kehilangan satu-satunya mata pencaharian mereka di laut.

Mengapa bisa begitu? Singkat kata singkat cerita, biaya produksi yang kian melonjak. Minyak solar ataupun minyak diesel yang menjadi faktor produksi variabel paling berpengaruh bagi nelayan meningkat drastis hingga 30 persen. BBM merupakan faktor produksi yang utama, karena hampir semua kapal ikan yang dimiliki oleh nelayan saat ini bertenaga motor diesel.

Kenaikan harga minyak solar maupun diesel akan mempengaruhi biaya yang harus dikeluarkan nelayan untuk melaut. Akibat melonjaknya biaya produksi, maka yang terjadi adalah penurunan pendapatan nelayan. Ini dikarenakan hasil tangkapan mereka sehari-hari tergolong konstan, kecuali pada saat-saat tertentu saat jumlah ikan di laut melimpah ruah. Harga ikan di pasaran pun masih belum mapu terdongkrak, apalagi bila hasil dari nelayan dibeli tengkulak dengan harga rendah.

Dampak yang lebih dahsyat bisa terjadi pada nelayan yang ada di pantai-pantai pedalaman. Imbas kenaikan harga BBM, kian memperburuk kondisi mereka yang sebelumnya sudah susah. Bisa saja nelayan ini tidak memperoleh pendapatan atau bahkan merugi karena hasil tangkapan mereka tiap hari tidak mampu menutupi biaya produksi yang harus ditanggung untuk melaut. Langkanya BBM serta distribusi yang sangat sulit membuat harga BBM di daerah pedalaman bisa mencapai berkali-kali lipat dari harga normal. Akibatnya, biaya produksi yang ditanggung oleh nelayan ini pun akan berkali-kali lipat pula banyaknya. Dengan hasil tangkapan sehari-hari yang tidaklah seberapa, tidak mustahil sebagian dari mereka gulung layar karena tidak mampu lagi menutup biaya produksi yang harus ditanggung.

Dari dulu hingga sekarang, nasib para nelayan kecil yang sebagian besar adalah keluarga miskin yang hidup di pesisir pantai dan menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan di laut tetap saja mengenaskan. Mata pencaharian satu-satunya yang rentan dengan resiko, belum mampu mengentaskan mereka dari jurang kemiskinan. Tapi karena tidak ada pilihan lain atau bahkan berlayar adalah satu-satunya keahlian yang telah diwariskan secara turun temurun, para nelayan pun tetap menjalaninya. Meskipun hasilnya kadang tidak seberapa bila dibandingkan dengan tenaga yang dikeluarkan serta resiko yang ditanggung, namun asal masih bisa membuat dapur rumah mengepul dan anak istri makan setaip hari maka profesi ini masih terus digelutinya.

Tapi bagaimana nasib para keluarga nelayan bila ternyata hasil dari mata pencaharian di laut tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan hidup mereka. Ditambah pula perhatian dari pemerintah yang kadang sangat kurang, terutama bagi nelayan di pedalaman. Ribuan keluarga nelayan mungkin akan kehilangan sumber penghidupan dari laut. Bisa saja mereka terpaksa berhenti dari profesinya dan mencari lahan penghidupan lain yang dirasa lebih bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Meskipun perairan Indonesia begitu luas dengan potensi hasil yang berlimpah ruah, tapi sering tidak mampu dijangkau oleh para nelayan untuk mengeksplorasinya karena berbagai hambatan dan keterbatasan yang ada. Keluarga nelayan yang kehidupannya sudah sulit, menjadi semakin sulit dengan kenaikan BBM. Sungguh sangat tragis bila hal ini luput dari perhatian pemerintah. Pasar-pasar ikan di pelabuhan yang biasanya ramai dengan transaksi dan lelang hasil tangkapan laut, serta memiliki potensi wisata, akan sepi penjual karena tidak adanya hasil tangkapan. Lalu-lalang kapal penangkap ikan di perairan lepas pantai, akan semakin berkurang. Dan layar para nelayan tak akan pernah lagi terkembang.

Bisa saja petikan lagu “nenek moyangku seorang pelaut…,” yang sering kunyanyikan waktu duduk di bangku sekolah dasar, hanya tinggal retorika saja.

 

Berani Melawan Amerika ? 5 June, 2008

Filed under: Uneg-uneg — saputrairfan @ 8:23 am
Tags:

dollar vs euro

Dahulu rata-rata kita menduga alasan Amerika menyerang Saddam Hussein dan negerinya, Iraq, karena: Amerika ingin menghancurkan Islam; atau Amerika ingin melibas terorisme; atau Amerika itu memang bandit; atau Bush Junior memiliki dendam secara pribadi kepada Saddam yang dulu gagal dihancurkan Bapaknya Bush Senior; atau ulah Yahudi (intelektual kriminal Perle & Wolfowitz) yang saat itu merupakan penasehat utama Bush; atau untuk menguasai minyaknya Iraq; ataupun variasi-variasi lainnya.

Kini terbukti semua pandangan itu tidak 100% salah tapi juga “salah” karena itu semuanya cuma masalah kecilnya saja. Semua dugaan itu tidak menjelaskan alasan utama perang Iraq ini dari sudut pandang Amerika sendiri. Karena, tujuan paling utama dari perang Iraq ini adalah:

Menyelamatkan dolar dari euro

Di mata Amerika (yang dahulu menghadiahkan sebuah rezim Suharto ke negeri bernama Indonesia) dosa terbesar Iraq adalah ketika pada tahun 2000 lalu Saddam meminta ke PBB agar seluruh minyaknya dibayar menggunakan euro, plus semua uang milik Irak (sebesar kurang lebih $10 bilyun) dikonversikan dari dollar ke euro. Saat itu semua orang memandang ide Saddam tersebut adalah tindakan bodoh karena nilai euro waktu itu masih 90% dari nilai dollar. Euro pun sejak dikeluarkan pada Januari 1999 terus menerus terdepresiasi atas dollar yang permintaannya memang kuat sekali.

Tetapi, sekarang euro ternyata sudah terapresiasi sebesar hampir 100% dari harga sebelumnya. Dengan kata lain langkah “gila” Saddam tahun 2000 dahulu ternyata sangat menguntungkan dan bahkan jenius! Langkah ini pula yang “kemungkinan” sekarang sedang dikaji oleh Ahmedinejad dengan Iran-nya yang akan cuma mau menerima transaksi minyak dengan euro dan menolak dollar (wajar saja saat ini Iran sedang diambang ancaman jet-jet tempur dan Tomahawk Amerika lewat isu nuklir). Dan kita semua tahu bahwa di dunia ini kartel perdagangan terkuat adalah minyak. Kartel mobil, atau komputer, atau produk-produk lain praktis tidak eksis. Siapapun harus beli minyak.

Lantas perlu kita perhatikan bahwa anggota OPEC  berisi musuh Amerika yang nyata-nyata memang benci kepada Amerika, karena rata-rata anggotanya adalah negara Islam. Bahkan yang bukan negara Islam pun seperti Venezuela yang dipimpin Hugo Chavez juga begitu anti Amerika. Entah karena takut pula dianggap sebagai musuh Amerika atau tidak, pemerintahan SBY baru-baru ini menyatakan keluar dari keanggotaan OPEC.

Andai saja semua anggota kartel minyak ini memang mau “jahat” terhadap Amerika, maka caranya gampang sekali. Mereka cukup bilang: “kita sekarang hanya mau bertransaksi menggunakan euro.” Dan selesailah dollarnya Amerika, bangkrut serta kiamat jugalah kapitalis Amerika.

Bagi orang yang yang tidak memiliki background ekonomi mungkin bingung. Koq bisa bangkrut? Hitung-hitungan ekonomi bisa menjelaskan, andai kita punya uang tunai $1 di tangan maka secara ekonomi artinya adalah Anda memberi hutang ke Bank Federal milik Amerika. Bank Federalnya Amerika itu “berjanji” akan membayar hutangnya sebesar $1 itu.

Saat ini, karena kita tinggal di Indonesia (yang rupiahnya sangat parah itu) secara rasional kita berusaha terus memegang $1 ditangan daripada ditukar ke rupiah. Bukan begitu? Jadi secara ekonomi artinya Bank Federal Amerika tidak perlu menebus hutangnya karena hutangnya yang $1 itu tidak kita minta untuk dibayar. Artinya Amerika bisa berhutang kepada Indonesia tanpa perlu bayar sama sekali, sepanjang ekonomi Amerika masih kuat, segala sektor bisnis kita dikuasai Amerika, serta dollar masih jadi standard alat tukar dunia.

Dengan alasan inilah Amerika berani bermain defisit gila-gilaan dalam APBN-nya selama ini karena toh mereka memang tidak perlu membayar defisitnya. Orang sedunia yang memegang dollarlah yang justru membayar defisit Amerika itu.

Supaya jelas mari kita lihat rupiah. Kalau budget Republik Indonesia defisit maka negara ini harus nombok dengan cara menjual barang alias eksport atau mencari utangan (via CGI). Jadi defisitnya negara seperti Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini betul-betul adalah “defisit” yang harus dibayar. Andai tidak bisa bayar, maka yang terjadi adalah seperti yang kita alami pada tahun 1997 yang hingga kini belum pulih yaitu KRISMON.

Namun Amerika lain. Defisit bagi Amerika justru malah positif karena defisit Amerika itu cara bayarnya adalah dengan cara memotong nilai $1 yang kita pegang secara intristik. Berarti, kalau Amerika defisit maka yang rugi adalah kita atau negara non-Amerika yang memegang dollar. Artinya, bila ekonomi Amerika goyah maka justru efeknya akan leih parah lagi bagi negara-negara lain yang di dalam negerinya bertebaran lembaran-lembaran dollar maupun negara dengan cadangan devisa berbentuk dollar (seperti Indonesia ini contohnya).

Cara kerja sistem ekonomi kapitalis yang imperialistik ini berlaku sepanjang orang seperti kita dan negara Republik Indonesia itu masih “percaya” dengan dollar dan menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk dollar. Eropa tahu persis tentang strategi makan gratis dan utang tidak perlu bayar ini. Karena itulah Eropa menciptakan euro.

Sebetulnya ada satu hal paling mengerikan bagi Amerika. Yaitu kenyataan bahwa 80% uang dollarnya justru beredar di luar negeri, ditangan negara-negara seperti Indonesia, Cina, Jepang, India dan negara-negara Asia lainnya termasuk negara eksportir minyak. Andaikan mendadak saja semua negara penghasil minyak menyatakan semua transaksinya tidak menggunakan dollar namun menggunakan Euro, maka kemungkinan besar Amerika akan kolaps. Ini mungkin sekali terjadi karena semua negara perlu beli minyak, sehingga tekanan dari negara penghasil minyak bakal membuat negara-negara seperti Cina atau Jepang menjual dollarnya dan beli euro.

Hegemoni Amerika pun dalam sekejap akan berantakan, sebab ini artinya sama saja dengan semua negara-negara pemegang dollar itu bilang: “Amerika sekarang kamu harus bayar utang!” Dan tentu saja bila dalam sekejap Amerika harus membayar hutangnya, dalam sekejap pula ekonomi Amerika bangkrut berantakan persis seperti saat bank dalam negeri kita di-rush oleh nasabahnya pada jaman krismon dulu. Lebih mengerikan lagi, dalam hitungan detik inflasi Amerika bakal mencapai ribuan persen (karena semua orang menjual dollar), perusahaan Amerika menjadi tidak ada harganya, dan ajaibnya lagi orang Amerika pun tiba-tiba jadi persis sama dengan orang-orang miskin karena mendadak saja semua kekayaan mereka bagai kertas tidak ada harganya. Lebih sial lagi, dengan bangkrutnya dollar praktis hanya Amerika yang akan bangkrut sendirian. Negara-negara lain tidak ikut bangkrut karena ada euro justru bisa menjadi penyelamatnya.

Jadi andai Anda adalah “pembenci” Amerika, maka segera lepaskan dollar Anda dan berganti ke mata uang lain. Alternatif yang bisa dipakai adalah euro. Atau, kembali ke sistem alat tukar versi Islam dahulu yaitu memakai dinar (emas) dan dirham (perak). Bagaimana??? Berani???

-Tema ini pernah dibahas oleh orang lain dan tulisan ini telah melalui mekanisme edit dengan bahasa versi saya

 

SLT II, Akankah Efektif ? 28 May, 2008

Filed under: Uneg-uneg — saputrairfan @ 6:41 pm
Tags:

Terhitung sejak tanggal 2 Januari 2006, rakyat yang tergolong miskin di Indonesia kembali memperoleh kucuran Subsidi Langsung Tunai (SLT) tahap II dari pemerintah melalui PKPS BBM. Kita tentu masih ingat pembagian SLT tahap I yang penuh tragedi. Sejak kebijakan ini berjalan, berbagai persoalan sosial muncul silih berganti. Jatuhnya korban tewas ikut mewarnai lembaran kelam kisah pembagian SLT. Selain itu, entah berapa banyak ketua RT/RW, maupun Kepala Dukuh dan Lurah, yang dimusuhi oleh warganya sendiri. Kecemburuan sosial bertambah karena banyak yang tidak kebagian jatah.

Melihat pembagian SLT tahap I yang sarat persoalan dan tragedi, pemerintah seharusnya mengevaluasi kebijakan pemberian dana tunai ini tidak melihat hanya pada satu sisi ekonomi saja. Unsur sosial dan budaya pun sangat mempengaruhi apakah pemberian subsidi tunai ini akan efektif dan tepat sasaran.

Dilihat dari kacamata ekonomi, pemberian bantuan tunai kepada rakyat miskin akan memang menaikkan pendapatan mereka terutama untuk konsumsi rumah tangga. Singkatnya, tingkat kesejahteraan keluarga miskin akan terangkat. Sayangnya, kebijakan bantuan tunai ini tidak akan mampu mengentaskan jutaan keluarga dari kubangan kemiskinan. Bahkan sekedar untuk menutup kerugian materiil rakyat akibat kenaikan BBM, jumlah tersebut masih belum cukup. Kerugian secara sosial psikologis jauh lebih besar daripada kerugian ekonomi.

Tanpa bermaksud mencela kebijakan pemerintah tersebut, ternyata pembagian SLT justru akan membuat rakyat menjadi manja. Selain masalah sosial yang semakin menjadi-jadi, penderitaan rakyat pun tidak akan selesai hanya dengan pemberian uang tunai. Pemerintah layaknya memberi ikan segar kepada rakyatnya. Maka suatu waktu ikan tersebut akan habis, mereka tidak tahu bagaimana mendapatkannya lagi. Mental rakyat akan terbentuk seperti kucing, terus mengeong menunggu pemberian “ikan SLT” berikutnya.

Selain itu pemberian SLT dipukul rata pada semua kepala keluarga miskin tanpa memandang apakah sebenarnya mereka produktif atau tidak. Bagi mereka yang sudah tidak produktif dan tidak mampu lagi bekerja entah karena usia ataupun lumpuh fisik, bantuan tersebut sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka yang tidak bisa tercukupi. Namun bagi mereka yang sebenarnya masih mampu bekerja, bantuan ini sungguh tidak adil. Orang yang malas ataupun tidak, sama-sama memperoleh uang yang sama tanpa bekerja.

Maka solusi padat karya pun layak dimunculkan ke permukaan untuk mengganti kebijakan pemberian SLT. Bagi rakyat miskin yang masih produktif namun tidak memperoleh pekerjaan layak dan mencukupi, dapat diberdayakan untuk bekerja. Bisa membangun jalan, saluran irigasi, atau infrastruktur umum lainnya yang nantinya juga akan bermanfaat bagi rakyat. Bisa pula dipekerjakan di lahan-lahan milik negara untuk kembali menggairahkan sektor pertanian dan perkebunan yang kini tengah lesu.

Dengan padat karya ini, masyarakat yang giat bekerja tentu saja akan memperoleh hasil lebih daripada yang malas. Mereka pun akan memakai uang tersebut secara lebih-hati-hati karena diperoleh melalui perasan keringatnya sendiri. Selain itu, padat karya akan memacu masyarakat untuk produktif dan giat bekerja. Sedangkan bagi mereka yang tidak mampu bekerja, tentu subsidi tunai atau dalam bentuk kebutuhan pokok berkala masih menjadi solusi terbaik.

Akan tetapi pemerintah ternyata masih menempuh jalan pembagian SLT untuk “menutup” kerugian materiil rakyat akibat kenaikan BBM. Dana trilyunan rupiah ini sebenarnya bisa dipakai untuk menggairahkan berbagai sektor usaha, terutama usaha kecil dan mikro. Dapat pula membentuk SDM berkualitas lewat pendidikan yang murah. Atau yang paling realistis adalah membuka lapangan kerja bagi puluhan juta pengangguran di Indonesia. Bukankah akar permasalahan kemiskinan di Indonesia disebabkan minimnya kesempatan berusaha, kurangnya lapangan kerja, dan rendahnya kualitas SDM?

Meski demikian, kita harus tetap percaya bahwa pemerintah pasti telah memperhitungkan cost and benefit pemberian SLT tahap II secara rasional, tidak dari sudut pandang ekonomi saja. Hanya saja, kita tidak boleh diam berpangku tangan bila melihat ada keganjilan atau persoalan dalam pembagian dana tunai ini. Kita harus tetap proaktif, kritis sekaligus solutif dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Dan kini, kita menanti jawaban apakah SLT II akan menjadi kado tahun baru atau justru sebaliknya menjadi awal cerita kelabu bagi rakyat miskin di Indonesia…

Tulisan ini pernah terbit di harian Kedaulatan Rakyat, 5 Januari 2006

 

Kapan Indonesiaku Maju ? 27 May, 2008

Filed under: Uneg-uneg — saputrairfan @ 7:24 pm
Tags:

20 Mei lalu bangsa kita memperingati seabad kebangkitan nasional. Namun tampaknya selama seabad itu pula bangsa Indonesia masih terus berkutat pada keterpurukan. Pernyataan di kalimat kedua tadi, tampaknya terlalu pesimis untuk seorang warganegara Indonesia yang baik. Namun dibalik kepesimisan saya, tentu saja masih tersimpan sejuta harapan untuk kejayaan bangsa Indonesia. Harapan itu akan bisa terwujud bila Indonesia mampu memanfaatkan sebaik mungkin potensi yang dimilikinya. Tentu saja perlu usaha keras untuk dapat memanfaatkan potensi-potensi yang ada tersebut.

Pertama, potensi agraris. Hampir semua orang tahu Indonesia kaya raya akan hasil bumi. Memiliki tanah yang subur, hamparan lautan kaya ikan, dan hutan yang begitu luas. Potensi yang paling terlihat adalah karet dan kelapa sawit. Indonesia adalah produsen kelapa sawit nomor satu di dunia, dan produsen karet nomor dua di dunia. Saya yakin kedua komoditi agraria itu akan membuat Indonesia menjadi sandaran berlangsungan industrialisasi, otomotifisasi, hingga TI-nisasi yang kian merambah dunia.

Kedua, potensi pertambangan. Setelah kemungkinan minyak telah habis sekitar 20 tahun mendatang, Indonesia masih memiliki cadangan gas alam dan batu bara yang melimpah untuk ratusan tahun mendatang. Belum lagi hasil timah, nikel, serta bijih besi. Lagi-lagi potensi ini memiliki andil besar sebagai modal untuk mencapai kejayaan republik ini.

Ketiga, sumber daya manusia. Penduduk Indonesia saat ini dari segi kuantitas berada di lima besar dunia, hanya dari sisi kualitas masih tergolong rendah. Sebagian ahli mungkin menganggap besarnya jumlah penduduk Indonesia merupakan salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan. Bagi saya hal itu tak sepenuhnya benar. Andai satu persen saja penduduk republik ini dapat dipoles secara maksimal, ditanamkan nilai-nilai nasionalisme, di semaikan benih-benih kejujuran, dan diberi pendidikan serta ilmu pengetahuan yang mumpuni, maka SDM-SDM ini akan mampu menjadi tiang penyangga kebangkitan bangsa.

Potensi sudah ada, tinggal spirit dan semangat bangsa ini untuk bangkit lah yang mampu membuat potensi-potensi itu mempu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Bukankah segalanya harus dimulai dari kemauan ? Dan tentu saja spirit tersebut harus disertai dengan kebijakan-kebijakan ekonomi nan brilian serta mampu menumbuhkan daya saing global untuk pemanfaatan potensi tersebut. Jangan pula putus asa, karena keputusasaan hanya akan membuat pandangan kita kian sempit dan justru terjebak dalam lorong kegelapan untuk tidak mau maju.

Jadi, segeralah bangun dari tidur dan sadarlah dari mimpi-mimpi indah. Cepat bertindak, giatkan belajar, kerja, dan inovasi kita untuk Indonesia jaya di masa mendatang.

 

BBM Pun Naik Lagi 23 May, 2008

Filed under: Uneg-uneg — saputrairfan @ 9:01 pm
Tags:

Sejak rencana kenaikan harga BBM digulirkan pada awal Mei lalu, berbagai pihak melontarkan reaksi bermacam-macam. Aku bukanlah komentator ulung untuk masalah ini. Hanya sedikit bisa mengkira-kira efek apa saja yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM. Namun sebuah pertanyaan yang hingga kini belum terjawab juga, kenapa harus harga BBM yang naik? Bukankah bangsa ini sudah sangat tergantung pada minyak.

Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba pula. Malam ini 10 menteri duduk didepanku untuk melakukan konferensi pers. Meskipun faktanya, aku hanya menghadap layar kaca yang menayangkan langsung konferensi tersebut.

Isu pengumuman kenaikan harga minyak yang diumumkan 24 Mei 2008 pukul 21.00 WIB sejak sore tadi, membuat SPBU-SPBU diserbu pembeli. Antrian panjang pun meluber hingga ke jalan-jalan umum. Sepanjang perjalanan pulangku dari Ungaran sampai Jogja, tak ada SPBU yang tak antri. Hal yang biasa terjadi bilamana isu kenaikan BBM telah beredar.

Pasca dibuka oleh Menkeu Sri Mulyani beberapa menit lalu, Menteri ESDM Pramono Yusgiantoro langsung mengumumkan harga baru BBM per 24 Mei 2008 pukul 00.00 WIB. Sekedar info saja, harga bensin menjadi Rp6000,- dari sebelumnya Rp4500,-; harga solar menjadi Rp5500,- dari sebelumnya Rp4300,-; dan harga minyak tanah menjadi Rp2500,- dari sebelumnya Rp2000,-. Aku tak ingin berkomentar terhadap angka-angka rupiah kenaikan harga ini. Yang pasti, kita harus lebih berhemat.

Kemudian Menko Kesra Aburizal Bakri mengungkapkan program-program pasca kenaikan harga BBM. Tentu saja Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang masih menuai pro dan kontra menjadi ujung tombaknya. Mulai besok tanggal 24 Mei 2008 pukul 09.00 WIB, kartu BLT siap dibagikan di 10 kota di Indonesia dan menyusul 24 kota lainnya. Dana trilyunan rupiah telah digelontorkan ke kantor pos demi mensukseskan program bagi-bagi duit ini.

Kemungkinan besar konflik seperti yang terjadi di tahun 2005 lalu akan terjadi lagi. Demonstrasi sudah kian giat dilakukan oleh masyarakat. Namun sepahit apapun, inilah keputusan pemerintah yang harus dihadapi masyarakat. Tinggal kita tunggu saja multiplier effect kebijakan ini. Aku harap rakyat Indonesia (terutama yang miskin) masih tahan banting menghadapi tantangan hidup yang kian berat. Tampaknya sekali lagi aku harus mengajak anda: “ayo hemat energi kawan…!!”

 

BBM Mau Naik 6 May, 2008

Filed under: Uneg-uneg — saputrairfan @ 10:52 am
Tags:

Whooops… Kerja sambil menonton TV sungguh enak. Bisa santai, bisa serius. Tergantung mood. Lembur memang lebih bebas. Kerja justru lebih konsen karena terbebas dari keramaian lalu lalang orang. Bisa sambil menikmati kopi hangat dan sepiring gorengan yang disediakan oleh office boy kantor. Lebih baik daripada sore-sore bengong di kamar kos…

Namun aku cukup terkaget-kaget dengan pemberitaan Seputar Indonesia yang aku tonton dengan akan adanya kabijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Alasannya cukup klise, demi menjaga stabilitas APBN. Yah, rakyat harus siap-siap menerima getah dari adanya multiplier effect kenaikan harga BBM bersubsidi. Harga-harga bahan pokok tentu akan naik. Belum lagi untuk consumer goods yang sebagian besar pendistribusiannya tentu saja membutuhkan minyak sebagai bahan bakar.

Pastinya, PLN pun akan terkena getahnya. Harga minyak melambung, maka production cost of electricity turut melambung pula. Bayang-bayang kerugian yang sempat lepas pada tahun 2005 lalu, bisa-bisa akan terulang lagi. Kita semua tahu, PLN masih menggantungkan kelangsungan putaran generatornya pada asupan BBM. Apalagi di saat beban puncak pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Program percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW yang berbahan bakar batubara, belum tampak memberikan kontribusi optimal. Tentu saja karena belum beroperasinya beberapa pembangkit baru, pembangunan transmisi yang masih tersendat, serta suplai batu bara yang seringkali macet.

Yeah… lagi-lagi kami harus siap didemo oleh pelanggan. Biarlah… Yang pasti listrik akan tetap kita produksi dan kita distribusikan seoptimal mungkin, demi kehidupan yang lebih baik. Yups, electricity for a better life.